PMI Menggerakkan Jiwa Kemanusiaan Pemuda

PMI Menggerakkan Jiwa Kemanusiaan Pemuda

17 Sep 2013 10:17 am  |  218 Kunjungan

PERJALANAN organisasi Palang Merah Indonesia (PMI) menginjak usia ke-68 pada 17 September 2013. Seiring dengan perjalanan waktu, roda organisasi PMI terus berputar untuk selalu menjalankan kegiatan-kegiatan kemanusiaan. Usia boleh bertambah, tetapi semangat PMI tetaplah muda dengan generasi muda sebagai relawan sekaligus nakhoda yang menggerakkan roda organisasi.
 
Generasi muda dibutuhkan untuk memegang peranan penting dalam aksi-aksi kemanusiaan yang terus bergulir di masyarakat. Semangat yang terus berkobar dan menyala dalam diri relawan muda PMI tidak hanya dibutuhkan bagi organisasi, tetapi juga menjadi seruan untuk mengajak seluruh kalangan menjadi bagian dari aksi-aksi kemanusiaan. Di tengah kondisi bangsa yang terus berjuang, generasi muda memegang peran yang teramat penting. Di tengah perkembangan teknologi, generasi muda diharapkan dapat menyerukan nilai-nilai kemanusiaan dan kebaikan kepada sesama.

Menurut Ketua Umum PMI H M Jusuf Kalla, pesan-pesan yang menyuarakan semangat kemanusiaan ini diharapkan dapat diserap dan diwujudkan sebagai sebuah aksi kemanusiaan secara global. Slogan ‘Kaum Muda Sebagai Agen Perubahan’ masih relevan sebagai tema peringatan hari ulang tahun PMI tahun ini. Relawan PMI telah menujukkan peran sebagai agen perubahan di masyarakat dengan membantu penanggulangan bencana, donor darah, pelestarian lingkungan, kegiatan sosial, dan memberikan bantuan kesehatan.
Kegiatan kemanusiaan yang melibatkan generasi muda, kalangan remaja, atau komunitas anak muda untuk menyuarakan semangat kemanusiaan ke masyarakat. Pesan-pesan semangat kemanusiaan yang dimaksud yakni, pentingnya kesiapsiagaan bencana, pentingnya keselamatan di jalan raya (kampanye safety road), darah untuk sesama, perlunya penghijauan lingkungan, dan pentingnya terlibat dalam aksi-aksi kemanusiaan.

PMI Banten Tulus Mengabdi
PMI Daerah Banten terbentuk setelah pemekaran dari Provinsi Jawa Barat pada 2000. Pengurus sementara ditetapkan melalui SK PP PMI nomor 064/KEP/PCD /PP/PENG/2001 tanggal 8 November 2001, dengan Ketua Drs H Aman Sukarso, M.Si. Musyawarah daerah yang pertama diselenggarakan 21 Mei 2002 memutuskan pengurus daerah periode pertama masa bakti 2002-2007 dengan Ketua Hj Ratu Atut Chosiyah, SE yang saat itu menjabat sebagai Wakil Gubernur Banten. Saat ini beliau dipercaya mayoritas masyarakat Banten untuk menjadi Gubernur Banten untuk periode kedua.

Kemudian pengurus daerah periode kedua dengan masa bakti 2007-2012 diketuai oleh Hj Ratu Tatu Chasanah, SE. Selanjutnya atas amanat dari PMI kabupaten/kota di Banten, Hj Ratu Tatu Chasanah, SE saat ini kembali menjabat sebagai Ketua PMI Banten untuk masa bakti 2012-2017.

Meski masih terbilang muda, PMI Daerah Banten terpilih menjadi tuan rumah Temu Karya Relawan PMI (KSR-TSR) Nasional IV tahun 2008 yang diikuti oleh 33 PMI daerah seluruh Indonesia serta utusan Relawan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah enam negara sahabat. Saat itu, PMI Banten dipimpin oleh Hj Ratu Tatu Chasanah, SE.

Kini, PMI Banten sudah memiliki markas sendiri dengan luas bangunan 1.488 meter persegi, bangunan gudang 4.000 meter persegi, dan luas tanah 19.957 meter persegi. Banten harus berbangga karena mempunyai gudang regional yang dibangun Palang Merah Norwegia dan IFRC (International Federation Red Cross and Red Societes) melalui PMI pusat. Gudang PMI Banten akan menyuplai kebutuhan tanggap bencana di Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Lampung. Bahkan tidak menutup kemungkinan gudang regional ini bisa menyuplai regional Sumatera, regional Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Pada awalnya PMI Banten berjuang agar gudang itu dibangun di Banten, agar saat membutuhkan, bisa memangkas jarak. Bencana sangat membutuhkan kecepatan suplai, jadi upaya PMI Banten berhasil.

Saat ini, di seluruh kabupaten/kota sudah terbentuk pengurus daerah PMI. Sementara dari para jiwa muda, saat ini ada 1.052 siswa anggota Palang Merah Remaja (PMR), 463 orang anggota korp sukarela (KSR), 62 anggota tenaga suka rela (TSR), dan 111 orang satuan penanganan bencana (satgana). Sementara jumlah pendonor darah sukarela mencapai 68.607 orang.

PMI Banten sudah dan sedang melakukan berbagai kegiatan pada tahun ini. Antara lain, dalam kegiatan pelayanan penanggulangan bencana telah dibentuk posko yang buka 24 jam, penyediaan dana darurat bencana, dan rapat kerja dan koordinasi bidang penanggulangan bencan. Kemudian dilakukan pula rapat pokja program ICBRR (Internasional Conference on Building Resilience), monitoring program ICBRR, pelatihan dan penyusunan rencana kontigency, dan  TOF ICBRR. Kegiatan terakhir ini dilaksanakan pada 23 hingga 29 April 2013 bertempat di Pusdiklat PMI Provinsi Banten.

Sebagai pelaksanaan tugas kebencanaan, PMI Provinsi Banten memiliki peran penting. Pada saat terjadi Banjir yang cukup besar melanda hampir di semua kabupaten/kota di Banten, PMI Provinsi Banten melakukan operasi tanggap darurat pada 6 hingga 14 Januari 2013 untuk tahap satu dan 15 hingga 20 Januari untuk tahap dua.

Sebagai upaya penanggulangan bencana PMI Provinsi Banten menyalurkan bantuan terhadap korban banjir di Kabupaten Pandeglang pada 12 Februari 2013. Selain itu, menyalurkan bantuan terhadap korban banjir di Kota Cilegon pada 6 Maret 2013.

Program Strategies Against Flu Emergence (SAFE) salah satu bidang pelayanan yang ada di PMI Provinsi Banten memiliki peran penting sehingga pelayanan ini tidak lepas dari kiprah PMI sebagai organisasi yang peduli terhadap segala aspek yang berhubungan sosial dan kesehatan masyarakat, terlihat jelas dari kegiatan rutin maupun kegiatan yang bersifat jangka panjang sudah di implementasikan kepada masyarakat. Di antaranya adalah kegiatan partisipatif masyarakat dalam upaya pengurangan risiko terhadap gejala flu burung melalui komunitas pasar, kegiatan ini berjalan selama 1 tahun dengan memanfaatkan kapasitas para komunitas pasar di antaranya pedagang, pengelola pasar, dan konsumen.

POS Siaga Lebaran Gerakan yang dilakukan PMI Provinsi Banten masih terus bergemuruh diantara padatnya masyarakat yang semakin memadati provinsi yang sedang berkembang ini, penyelenggaraan siaga Lebaran dalam upaya membantu masyarakat yang akan pulang kekampung halamanya, dengan menyediakan posko kesehatan dan tempat istirahat di titik-titik rawan kecelakaan yang terbagi dari semua kabupaten/kota se-Provinsi Banten.

Pelayanan Kesehatan dan Donor Darah
Pelayanan yang diberikan PMI Provinsi Banten dalam upaya membantu tugas pemerintah semakin berkembang, konsistensi PMI Provinsi Banten terus terlihat dari beberapa kegiatan yang dilaksanakan terkait pelayanan sosial kesehatan masyarakat. Pelayanan donor darah dilaksanakan PMI menjadi poin penting dalam memenuhi dan mendistribusikan ketersediaan darah sehingga masyarakat yang membutuhkan darah akan semakin terlayani dengan optimal. PMI Banten terus berupaya dengan menyelenggarakan atau berpartisipasi dengan organisasi atau instansi lain  dalam penyelenggaraan donor darah sukarela sehingga kondisi stok darah di unit donor darah (UDD) akan terus tersedia.

Penghargaan Donor Darah Sukarela (DDS) 50, 75, dan 100 kali, dalam upaya penguatan kapasitas relawan donor darah. PMI Banten memberikan suatu penghargaan bagi para Relawan DDS sehingga akan memberikan nilai positif terhadap apa yang sudah dilakukan, dan agar para pendonor mula mulai termotivasi untuk semakin giat untuk mendonorkan darah secara rutin.

PMI Banten telah memberikan sosialisasi tentang HIV & Narkoba di kampus IAIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, dalam membentuk mentalitas serta ideologi pemuda dalam menjalani pergaulan. PMI turut serta memberikan sosialisasi ke mahasiswa sebagai agen peruban mengenai HIV & narkoba pada hari Narkoba dan HIV sedunia.

Memperingati hari ulang tahun ke-68 Palang Merah Indonesia (PMI) yang jatuh pada 17 September, PMI Banten menggelar pelatihan manajemen markas. Kegiatan yang bertujuan untuk memperkuat manajemen markas PMI tersebut berlangsung pada Rabu-Minggu (4-8/9). Kemudian Rapat Koordinasi Unit Donor Darah (UDD) dan Pengurus PMI se-Provinsi Banten pada Kamis (12/9). Pada puncak hari PMI, diselenggarakan aksi donor darah di Markas PMI Banten. Selain itu, PMI Banten sedang menginventarisasi pendonor yang akan mendapatkan penghargaan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyano. Jika sudah melakukan donor darah 100 kali, akan mendapat penghargaan dari Presiden. (Adv/Humas PMI Banten) (radarbanten.com)

Berbagi :